Showing posts with label Kenangan Kala itu. Show all posts
Showing posts with label Kenangan Kala itu. Show all posts

Wednesday, November 17, 2010

***ASA***


Lihatlah luasnya samudra
Disana kan kau temukan harapan
Yang tak pernah habis walau burung burung tlah kembali ke sarangnya

-masih menunggu kabar dari-Mu, wahai Rabb penggenggam takdir setiap diri-

Tuesday, November 9, 2010

Berharaplah hanya pada Alloh swt


Mutiara Permata Putri. Sebuah nama yang baik, begitu besar harapan ini untuknya, membentuknya menjadi salah satu mutiara-mutiara MU, mutiara yang menerangi ummat dengan Islam. Ya Alloh, telah Engkau pertemukan ia dengan ku. Agamanya, Kehanifannya, keikhlasannya, kebaikan akhlaknya, kerendahan hatinya telah menempati posisi yang mulia di hati ini. telah tersimpan sebuah cinta untuknya, cinta karena MU. Dan harapan menjadikannya seorang mujahidah, Namun selangkah demi selangkah ia pun menjauh kemudian menghilang dan melupakan diri yang sangat mencintainya karena MU seiring pula melupakan kemuliaan islam yang pernah tersampaikan. Hilangkanlah duka di hati ini Ya Alloh.. Jika ia memang tidak layak menjadi pejuang agama MU, maka berilah pengganti yang lebih baik yang siap berkorban apapun demi kemenangan agama MU.

Saturday, February 27, 2010

Pelangi


dan gerimis itu tetap turun

di atas sahara

namun sepotong-sepotong

berbaik hati

membasahi jiwa kerontang

sekalipun kemudian terserap sempurna

tapi lihatlah di sana

tepat di ujung langit

ternyata gerimis datang tidak sendiri!

tapi dibawanya serta pelangi!

Wednesday, January 13, 2010

Sebuah Metamorfosa...


Hari ini dalam sebuah kendaraan menuju kampus yang sangat padat penumpangnya. Ada hal yang membuat ku harus menunduk dan terus beristigfar karena tepat di hadapan ku ada seorang cewek yang memakai rok mini, auratnya terlihat, ku lihat, banyak pasang mata sedang memperhatikannya, aku membayangkan jika tiba-tiba terjadi kecelakaan, dan ajal telah sampai kepada seluruh isi penumpang mobil ini, maka apa yang akan di jawab oleh cewek itu ketika ditanya mengapa tidak menutup aurat nya??? dan membiarkan mata-mata yang tidak berhak melihat nya??? Secara tidak langsung dia membuat kaum Adam ikut berdosa, dan begitu pula saudari-saudari nya termasuk aku jika tidak segera beristigfar dan menundukkan pandangan...di sini itu sudah menjadi pemandangan yang tak aneh lagi, dan seperti biasa, untuk menghindari dari melihat pemandangan seperti itu ku lemparkan pandangan ku ke jendela samping tempat dudukku dan melihat tetesan air hujan mulai turun membasahi jalanan kota jatinangor yang ku lewati.

Hampir dua tahun aku di kota ini, tapi Masih ku kagumi pemandangan alam di sini, jujur, sebelum ke kota ini, aku belum pernah melihat yang namanya tanaman padi, karena di tempat asal ku, padi tidak di tanam. Tapi disini terhampar sawah–sawah petani yang tertata rapi dan tampak padi–padi nya mulai menguning, dan lagi-lagi rasa syukur ku bathinkan dalam hati atas nikmat hidup yang masih kurasakan sampai detik ini dan nikmat panca indera untuk melihat keindahan alam ciptaan Sang Maha Indah,
Dalam ketertegunan ini, tak sengaja terlintas bayangan perjalanan kehidupanku, aku yang dulu dan aku yang sekarang. Perjalanan yang ku rasa layaknya sebuah metamorfosa…kalau diibaratkan layaknya metamorfosa kupu-kupu. Dari telur-nimfa-larva-imago ( kupu-kupu). Dan yang kurasakan aku berhijrah yang kata sahabat-sahabat ku, dari jahiliyyah menuju mulia…
Andai dulu aku menutup rapat-rapat hatiku agar tidak tersentuh indahnya islam, mungkin sekarang aku….hm, mungkin bisa saja aku menjadi seperti cewek yang ada di depan ku (Naudzubillahimindzalik), mungkin bersuka ria “Shopping” ke mall bersama teman-teman ku sambil nonton film di bioskop setiap akhir pekan dan menjadi manusia individualis pengejar ipk 4 yang study orientied only pada hari-hari kuliah dengan sibuk mengerjakan tugas-tugas kuliah yang kuakui sempat membuat ku susah bernafas dan selalu menangis karena terlalu banyaknya, dalam satu minggu aku mempunyai tugas kuliah bisa tujuh sampai delapan tugas, berupa makalah kelompok, power point untuk presentasi, tugas-tugas individu, bahkan ditambah jadwal kuliah yang padat dan praktikum nya…

“Hidup itu pilihan Dek,” hm, masih terngiang kata-kata yang pernah disampaikan oleh seseorang pada saya, seorang akhwat yang menjadi perantara Alloh mengingatkan saya. “sekarang teteh yang menyemangati adek, mementoring adek, tapi ketika Adek memilih jalan lurus itu, Adek lah yang akan menyemangati orang lain dan Adek lah nanti yang akan menggantikan teteh, menjadi perantara Alloh untuk mengingatkan orang lain agar kembali ke jalanNya…” aku hanya mengangguk dan ku rasa kan ada ketentraman jiwa yang selama ini ku cari,…tanpa sepengetahuan beliau, aku meneteskan air mata…bathinku menjawab, “aku tidak akan ragu memilih jalan itu teh…meskipun ke depannya jalan ku pasti tidak akan mulus-mulus saja, pasti banyak tantangan dari semua orang, termasuk orang-orang terdekat, tapi ku yakin, aku pasti bisa melewati tantangan itu, karena ke depannya mungkin ujian untukku tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan perjuangan seorang penyisir rambut istri Fir’aun, dia adalah Masyithoh. Dalam sebuah riwayat di katakan, jika melewati kuburan wanita ini maka akan tercium bau harum semerbak, ini adalah bukti kekuasaan Alloh karena semasa hidup nya, Masyithoh merelakan diri nya dimasukkan ke dalam panci besar yang berisi air panas oleh Fir’aun karena ia tetap mempertahankan akidah nya, lalu kenapa aku tidak bisa???
Nama ku masih tika,,lengkap nya Maretika Handrayani. pernah terlintas di fikiran ku, kenapa nama ku bukan Aisyah, Masyithoh, atau nama-nama sosok muslimah yang ku kagumi ya, dan sering ku tanyakan pada mama ku, apa arti nya nama ku itu, kenapa tidak di kasih nama islami saja?? Dan mama ku selalu menjawab, “syukuri pemberian nama itu nak, nama itu adalah pemberian dari oom mu, yang arti nya “anak pertama Johan dan Nuraini yang lahir di bulan Maret.” untung tidak dikasih nama yang jelek-jelek…”, iyya, benar. Harus ku syukuri apa pun yang telah ku miliki….

Sekali lagi, nama ku masih tika tapi aku sekarang sudah berubah, aku bukan lagi gadis yang menjadikan dunia sebagai tujuan hidup ku,,bukan lagi,,,itu dulu,,dari seorang cewek aku menjadi seorang “akhwat”…Subhanalloh.. nikmat mana lagi yang kau dustakan Tik…

Hidup hanyalah sementara, sedetik kemudian saja aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri ku, mungkin sedetik nanti telah sampai ajal ku, tapi aku telah menetapkan langkah ku…hidup adalah sarana menggapai keridhoannNya..InsyaAlloh…persiapkan kematian dari sekarang..

“Kiri mang,” lamunan ku terbuyar dengan suara itu…Hmm, ternyata aku sudah sampai di kampus …
Aku keluar dari mobil itu dengan lega dan tak henti-henti nya syukur dan do’a kuucapkan pada Sang maha Pengasih atas nikmat iman dan islam yang telah diberikannya…“Ya Robb, tetapkanlah keistiqomahan ku di jalan ini…”..amin..

Dad...


Laki-laki yang sedang duduk itu adalah papa ku, seperti nya papa sedang memikirkan sesuatu. ku akui kami memang tidak terlalu dekat. Papa tidak banyak bicara, dan ketika ia bicara, bagi ku kata-kata itu adalah sesuatu yang menjadi keputusan yang tidak bisa ditolak. Tapi bagi ku, papa adalah sosok yang gigih yang sangat ku kagumi, seorang montir yang cerdas. Sempat terfikir di pikiran ku, tanpa bersekolah di perguruan tinggi teknik mesin sekali pun, papa bisa menyelesaikan tugas-tugas nya,. Pernah aku datang ke tempat kerja papa ku, ketika itu, ada seorang bapak-bapak membawa mobilnya, bapak itu mengatakan ada yang tidak beres dengan mobil nya, segera papa menyuruh bapak itu untuk menyalakan mobilnya, dengan mendengar suara mobil itu saja papa sudah bisa mengetahui yang tidak beres dari mobil itu. Iyya, papa cerdas!!!

Tapi Entah kenapa…aku lebih dekat dengan mama ketimbang papa.

Tapi, setidak nya aku masih punya banyak kenangan bersama nya. Waktu ku kecil papa selalu mengajari aku dan adik perempuan ku yang berumur tepat di bawah ku satu tahun, bagaimana berbahasa tionghoa itu, bahasa papa ku..yah,,papa adalah seorang cina yang dulu beragama budha yang menyatakan keislamannya dan menjadi mualaf ketika menikahi mama.. alhasil teman-teman ku banyak yang tionghoa dan aku sedikit banyak mengerti bahasa papa walau rada susah untuk mengucapkannya. Dan papa ketika berbicara pada kami menggunakan bahasa indonesia yang kadang masih lucu kedengarannya dicampur bahasa tionghoa yang kami mengerti.

Dari kecil, keluarga mendidikku dengan penuh disiplin, dan kata mama, aku dan adik perempuan ku dulu adalah anak yang nurut sama ortu. Ketika SD, Pagi-pagi mama telah mememakaikan seragam SD ku, setelah pulang sekolah, aku dan adikku segera makan dan mandi untuk sekolah di TPQ (taman Pengajian Qur’an) yang jarak nya tidak jauh dari rumah dan ku tempuh dengan berjalan kaki, papa melarang aku bersepeda, karena sebelum aku masuk SD, aku pernah mengalami kecelakaan. Dulu, aku sangat suka bersepeda, suatu hari aku ingin membeli ice krim kesukaan ku dan ketika menyebrang jalan aku tertabrak motor, hal ini menjadikan trauma bagi orang tua ku. Sejak saat itu aku dilarang bersepeda. Dan Sampai sekarang, sepeda kecil ku itu masih tergantung di belakang rumah, dan yang menggantungnya adalah papa. pulangnya aku segera ke rumah nenek dan kakek ku, beliau adalah ayah dan ibu dari mama yang ku panggil dengan “nyai” dan “yai” yang rumahnya terletak di belakang masjid dan TPQ ku dan kebetulan nyai dan yai adalah seorang guru ngaji dan aku belajar ngaji bersama nya. Sekitar jam 16.00 aku sudah selesai ngaji dan langsung pulang ke rumah. Seperti biasa, setiap sore, papa akan membawa aku dan adikku bersama motor king papa ke rumah Ibu nya yang ku panggil dengan “ama” dan ayah papa ku yang ku panggil “Akong”, papa sangat dekat dengan ibu nya, karena beliau adalah anak bungsu yang kata kakak-kakak papa, beliau adalah anak kesayangan ama. Dari kecil juga papa mengajarkan ku untuk menghormati orang yang lebih tua dengan menyapa nya ketika bertemu, ketika keluarga papa ngumpul di rumah ama, aku harus memanggil semua nya, hm, kebayang kan.. banyak nya sebutan yang harus ku hafal.. papa memiliki sekitar delapan kakak yang dua diantaranya perempuan. Panggilan kepada paman adalah “pek” kalo kakak yang pertama dipanggil “Tua pek”, Tua arti nya paling tua dan pek arti nya paman, istrinya “ Tua em”. Kakak yang ke dua dipanggil “Ngo pek”, istri nya “Ngo em” ke tiga “Sa pek”, istri nya “ Sa em”. ke empat “Si pek”, dan seterusnya. Sedangkan kakak perempuan papa ku panggil “Tua kou”, suami nya “ Tua Tio” dan “Soi kou”, suaminya “ Soi Tio”.
Pulang nya, ama pasti membekali aku dan adikku seplastik permen, karena aku sangat suka permen, al hasil, sewaktu kecil gigi ku hitam-hitam dan kalau ditanya oleh paman-paman ku mengapa gigi nya hitam, lalu ku jawab, “di gigit sama ulat jagung”…hhe…

Hari sudah menjelang magrib. Aku mandi dan sholat dilanjutkan makan bersama kedua orang ku dengan tak banyak bicara. Hanya aku masih ingat, suatu saat papa mengajarkan ku bagaimana cara memegang sendok yang benar dan makan jangan berbunyi, karena saat itu aku meniru gaya teman ku makan di kantin sekolah yang luar biasa berisik makannya, sendok dibunyi-bunyi kan di atas piring dan sebagainya. Papa juga melarang aku dan adikku untuk makan tidak pakai sendok (pakai tangan), karena kotor, dan aku pun menuruti nya. Tapi terkadang aku juga ingin seperti saudara-saudara ku yang lain yang makan tanpa sendok, yang bisa lakukan setiap lebaran setahun sekali di rumah nyai dan yai tanpa terlihat papa. Hasil nya, sampai sekarang aku masih susah makan tanpa sendok, dan terkesan aneh oleh teman-teman di kosan, karena memegang nasi dan makanannya seperti tidak tepat. Lebih mudah, bahasa melayu nya “kekok”,,hhe..

Masih banyak kenangan bersama papa. Yang sampai saat ini aku sangat merinduinya, dari mama, aku baru tau, ternyata sewaktu aku berangkat ke pulau Jawa ini untuk meneruskan pendidikan ku ke sebuah universitas di Bandung, papa menangis ketika kami saling melambaikan tangan.. dan papa lah yang biasa mengusulkan mama untuk menelpon ku sekali setiap minggu nya, bahkan bisa lebih dari sekali dalam seminggu nya dan kemudian menyerahkan telpon ke mama, papa hanya mendengarkan saja obrolan ku bersama mama sedang suara telponnya di “loude speaker”, , hm,,,itu lah papa ku…
Papa…
Rata Penuh