Saturday, November 19, 2011

Absurditas Demokrasi


Jika ditanya apa persamaan antara becak dan bemo? Tentu saja karena rodanya sama-sama ada tiga. Tapi kita tidak sepakat kan walaupun sama-sama beroda tiga maka becak sama dengan bemo? Karena esensinya memang beda, bahkan jauh sekali. Dari tenaga yang menggerakkannya, onderdil penyusunnya, letak sopirnya dan mungkin ongkosnya. Begitu juga antara Islam dan demokrasi, walaupun sama-sama ada “musyawarahnya” (padahal sejatinya berbeda konteks musyawarah dalam demokasi dan dalam sudut pandang Islam), tapi demokrasi jelas-jelas tidak bisa disamakan dengan Islam, apalagi mengatakan Demokrasi bagian dari Islam, bahkan keduanya sangat bertolak belakang.

Demokrasi sering indah diucapkan, tetapi kecut dirasakan. Banyak yang tertipu karena tidak memahami hakikat demokrasi yang sesungguhnya. Ketika pemerintah memutuskan kenaikan harga BBM, apakah itu mencerminkan suara rakyat? Apakah wakil rakyat merupakan representasi dari suara rakyat? Sayangnya, TIDAK!. Tapi bukankah sistem demokrasi mengatakan berdasarkan suara mayoritas? Jika iya, seharusnya pemerintah tidak menaikkan harga BBM, tapi lagi-lagi, kebijakan diambil TANPA pernah melihat suara mayoritas rakyat (bukan wakil rakyat).

Jika ada yang mengatakan itu hanya orang nya yang salah menerapkan demokrasi, jika orangnya bener, pasti demokrasi terlaksana dengan semestinya dan sesuai amanah rakyat! Baiklah, mari kita tengok sejarah, asas, dan fakta penerapan demokrasi di berbagai Negara, adakah yang sesuai konsepsi awal? Ataukah ini sesungguhnya hanya sebuah ide yang ABSURD!

Sejarah dan Perkembangan Demokrasi

Istilah demokrasi berasal dari kata “demos” yang artinya rakyat dan “cratein” yang artinya pemerintah. Abraham Lincoln (1809-1865) mendefinisikan demokrasi sebagai “Government of the people” (suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat).

Kemunculan demokrasi terinspirasi fakta Negara kota (polis) di kota Athena, Yunani pada sekitar tahun 450 SM yang mempraktekkan pelibatan seluruh warga kota dalam proses pengambilan keputusan. Konsep Yunani kuno tersebut digali kembali di Eropa pada zaman “pencerahan/renaissance”, yakni era perlawanan terhadap kekuasaan gereja dan kaisar (pada zaman pertengahan) yang sarat dengan penimpangan dan penindasan terhadap rakyat dengan mengatasnamakan agama (gereja). Oleh karena itu, muncullah gerakan reformasi gereja yang menentang dominasi gereja, dan menghendaki disingkirkannya agama dari kehidupan, dan menuntut kebebasan. Puncaknya adalah Revolusi Perancis tahun 1789 yang berujung pada sekularisasi, yakni upaya kompromistik untuk memisahkan agama (gereja) dari masyarakat, Negara dan politik, bahwa agama (gereja) tak boleh lagi mengatur kehidupan publik, hanya ranah individu saja.

Pada masa itu, orang mencari suatu model agar kekuasaan tidak dimonopoli oleh satu orang, keluarga kerajaan, kaum bangsawan atau penguasa gereja. Ironinya, satu-satunya bahan yang tersedia bagi para pemikir di abad pertengahan adalah dari sejarah Yunani kuno yang dianggap sistem yang terbaik oleh mereka dan mempopulerkannya dengan nama “demokrasi”. Dari sini jelas, demokrasi demokrasi lahir dari rahim sekulerisme yang menolak campur tangan agama untuk mengatur seluruh aspek kehidupan, dan juga murni berasal dari rekacipta dan hawa nafsu manusia, bukan dari agama samawi manapun, apalagi Islam!.

Dalam perkembangannya, ide ini terlalu “utopis” untuk diwujudkan sesuai konsepsi awalnya, bahkan bergeser menjadi alat legitimasi para wakil rakyat (atas nama rakyat) untuk melegalisasi hukum sesuai kepentingan mereka. Istilah pemerintahan rakyat hanyalah jargon yang dipropagandakan untuk menipu rakyat agar mereka merasa ikut serta dalam menentukan arah pemerintahan dengan merasa telah “berpartisipasi” dalam mekanisme demokrasi (pemilu).

Asas Demokrasi

Menurut konsep dasar demokrasi, seluruh rakyat harus berkumpul di satu tempat umum dan mereka membuat aturan yang akan mereka terapkan, serta memberikan keputusan terhadap masalah yang perlu diselesaikan. Namun fakta yang berkembang karena rakyat tidak mungkin lagi dikumpulkan di satu tempat, maka dibentuklah legislatif, eksekutif dan yudikatif. Selanjutnya, agar rakyat dapat menjadi penguasa bagi dirinya sendiri (menentukan hukum) dan menjalankan kehendaknya secara sempurna (tanpa penentangan agama), maka kebebasan yang bersifat universal merupakan prinsip atau asas yang harus diwujudkan dalam sistem demokrasi, yang meliputi 4 aspek (HAM) yaitu :

  1. Kebebasan beragama
  2. Kebebasan berpendapat
  3. Kebebasan kepemilikan
  4. Kebebasan berperilaku

Dan akhirnya, atas nama HAM akhirnya semua orang bebas berbuat semaunya, homo, lesbi, waria, prostitusi, pornografi, penyimpangan dan penodaan agama, penguasaan sektor-sektor publik oleh individu, marak terjadi.

Fakta Penerapan Demokrasi

Kepala Negara dan anggota parlemen yang diklaim dipilih oleh mayoritas rakyat sejatinya tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya. Di Indonesia sendiri bisa dilihat pada kasus pilkada, pemilihan anggota DPR dan pesiden beberapa waktu lalu. Hasil tersebut memperlihatkan mereka lolos hanya karena suaranya menang diantara para calon yang lain, bukan karena kehendak mayoritas rakyat, belum lagi jika terjadi kecurangan disana-sini. Bahkan pemilihan presidenpun memperlihatkan MAYORITAS rakyat tidak menghendakinya, terbukti angka golput yang mencapai hingga 40%.

Di Amerika sendiri yang meupakan dedengkotnya demokrasi, pendukung utama partai penguasa parlemen adalah para pemilik modal yang notabene dikuasai oleh Yahudi. Para pemilik modal akan membiayai seluruh atribut pencalonan hingga berhasil terpilih, walhasil kebijakan yang diambilpun kebijakan yang sarat kepentingan para kapital (Yahudi). Apakah penyerangan ke Afganistan paska tagedi WTC adalah keinginan mayoritas rakyat Amerika? Apakah mayoritas rakyat Amerika menyetujui pengiriman pasukan ke Irak? Apakah mayoritas rakyat Amerika menyetujui penjajahan Israel atas Palestina? TIDAK, tapi selama itu sesuai dengan kepentingan para pemilik modal, kebijakan itu akan tetap diambil.

Di Inggris yang berkuasa adalah orang-orang dari partai konservatif yang mewakili para konglomerat, pengusaha, tuan tanah dan aistokrat. Partai buruh tidak dapat menduduki pemerintahan kecuali jika ada kondisi politis yang mengharuskan tersingkirnya partai konservatif dari pemerintahan.

Di negeri-negeri muslim lebih parah lagi. Parlemen Yordania yang dipilih dengan slogan “Mengembalikan demokasi dan mewujudkan kebebasan”, ternyata tidak berani mengkritik raja Husein maupun pemerintahannya, padahal saat itu mereka mengetahui kebobrokan rezim keluarga kerajaan. Pemerintahan negeri-negeri Arab tak berani menentang penjajahan Israel bahkan merelakan pangkalan militernya untuk digunakan membantai saudara mereka sendiri, dan rakyat yang menentang kebijakan kerajaan Saud akan dibungkam! Dan kasus yang terakhir bagaimana pemerintahan Mesir dengan pongahnya menyetujui pembangunan tembok baja yang memasung dan memenjara Gaza, saudara sesama muslim! Padahal rakyat Mesir sendiri menolak! Sungguh menyedihkan !

Untuk memperjuangkan kepentingan ideologi kapitalismenya, mereka menjadikan demokrasi sebagai standar, persepsi serta keyakinan yang berlaku di segala aspek kehidupan. Untuk itu Negara kapitalis seperti AS melakukan internasionalisasi ideologi sebagai asas interaksi dan UU Internasional, yang kemudian membentuk PBB dengan hak vetonya, dan inilah yang selanjutnya menjadi ALAT PALING AMPUH untuk melegitimasi seluruh kebijakan internasionalnya!

Sumber :

  1. Ad-Dimukratiyah Nizham al-Kufr. Abdul Qadim Zallum. 1990. Pustaka Thariqul Izzah
  2. Menggugat Demokrasi. Mujiyanto. Al-Wa’ie No 104 Tahun IX, April 2009
  3. Islam Menolak Demokrasi. Luthfi Affandi. Al-Wa’ie No 104 Tahun IX, April 2009

Ilalang


Ilalang itu, tak secerah mawar di kebun indahmu. Tak seputih melati di taman asrimu. Harumnya tak semerbak seperti bunga sedap malam di ruang istanamu… ilalang hanyalah sewarna kuning yang mengering, lusuh menghampar di sepanjang pandangan.

Angin merapuhkan butiran dalam genggaman, hujan mengatupkan bentangan sayap di sepanjang batang, langkah menghempaskan helaian raga….

dan mungkin aku tak lebih baik dari ilalang,

Jika dalam diamku, aku tak bertasbih memuji namaMU, ya Rabb..

Subahanallahi Walhamdulillahi Walaa ilaa ha’Illallaahu Wallahuakbar

Manisnya Iman


Cinta luar biasa..
Kisah ketabahan Hajar..
Ditinggalkan di tanah yang gersang bersama Ismail..
Bukti kasih seorang ibu yg berlarian mencari air..
Tatkala mendengar tangisan si kecil..

Cinta luar biasa..
Umpama keberanian Ali..
Di malam penghijrahan Nabi..
Menggantikan Rasulullah di tempat tidurnya..
Walaupun jiwa menjadi taruhan..

Cinta luar biasa..
Seteguh kasih Khadijah..
Tak pernah jemu memberikan dukungan..
Rela mengorbankan segala kemewahan..
Di saat Rasulullah dan Islam dipinggirkan. .

Cinta luar biasa..
Kisah kesetiaan Abu Bakar..
Seorang sahabat yg tiada tandingan..
Insan yang sentiasa membenarkan. .

Cinta luar biasa..
Cinta Asiah, Masyitah dan Sumaiyyah..
Menggadaikan nyawa demi mempertahankan aqidah..
Iman di dada tak sedikit pun goyah..
Kerana keyakinan yang teguh atas segala janjiNya..

Kisah cinta luar biasa..
Insan pilihan yg berada di atas jalanNya..
Betapa tulusnya kasih, teguhnya jiwa..
Ridha dan sabar menempuh segala ujian..
Merekalah insan yg memahami arti manisnya iman..

Wednesday, November 9, 2011

Berkhusnudzan kepadaNya


"Alloh Swt. berfirman, 'Aku tergantung prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, niscaya aku juga akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu kaum, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekati-Ku dalam jarak sejengkal, niscaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, niscaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sedepa. Apabila dia datang kepada-Ku dalam keadaan berjalan, niscaya Aku akan datang kepadanya dalam keadaan berlari-lari.'." [Mutafaq 'Alayh].

Tuesday, November 8, 2011

Try Again



"So, you can try again, and you will fly again. When the rain stops look at the sky and smile again. So, you can try again, and you will fly again. When you shed your tears the sun will shine and we’ll smile again...!" [Siam Shade Tribute-Dreams]

Jatuh. Adalah perihal yang memungkinkan bagi setiap pejalan kaki, pengendara atau pelayar di laut yang melakukan perjalanan. Jatuh dapat mengakibatkan rasa sakit, luka, kerusakan, juga kematian. Jatuh adalah keniscayaan yang pasti pernah dialami oleh semua orang yang hidup. Tapi bagi individu yang memiliki jiwa-jiwa yang besar dan kuat, bila terjatuh ia tak lantas menangis. Ia justru beristighfar, berusaha untuk berdiri dan bangkit lagi; menguatkan diri. Ia bersabar. Meneliti apa yang menyebabkan dirinya terjatuh kemudian memahami langkah-langkah yang harus dilakukannya untuk bisa kembali tegak. Kalau pun ia menangis, manusiawi. Tapi air matanya bukan pertanda ia meratapi. Ia hanya menyesal, bertanya; mengapa dirinya bisa terjatuh. Kurang berhati-hati? Tak ada keseimbangan? Atau tak cukup kuat menghadapi perjalanan yang penuh dengan ‘kejutan’?

Nafas boleh saja terhela. Namun itu bukan keluh kesah. Ia hanya sedang menghirup aroma kehidupan yang penuh dengan gelora juang yang tidak pernah berhenti. Ya. Manusia membutuhkan kekuatan yang bersumber dari pengalaman. Dan saat-saat terpuruk, sebenarnya manusia justru bisa menjelma menjadi sosok yang lebih mapan.

Andai saja semua manusia memiliki kesadaran yang sama…

Ia pasti akan sangat mudah menemukan pembelajaran besar yang jauh sekali dengan teori yang amat menjemukan. Sebab hidup itu aksi. Bukan bualan kosong yang tak berujung pada tindakan.

Jika kau jatuh, jangan sedih. Percaya, bahwa Alloh senantiasa bersama kita. Yakin, bahwa Alloh sesungguhnya sedang melatih jiwa kita; melatih kekuatan iman kita. Lebih baik kau tertawakan saja dirimu sendiri dari pada kau mengucurkan air matamu. Tertawakan kecerobohanmu karena kedua kaki dan kendaraan yang kau miliki tak cukup hebat untuk menjadi penghantar cita-citamu.

"Karena hanya orang-orang yang bijak yang dapat menertawakan saat-saat dirinya sedang lemah dan bodoh. Karena hanya orang-orang yang jiwanya mungil yang hanya bisa menertawakan orang lain."

Perkuatlah kekuatan otot-otot kakimu. Periksa kendaraanmu, khawatir kendaraanmu itu sebenarnya memang tak layak digunakan lagi. Ganti dengan yang baru! Dan yakinkan kendaraanmu adalah pilihan yang tepat dan benar. Jangan pilih kendaraan yang salah. Sebab, meski ia bisa menghantarkanmu lebih cepat, belum tentu kau selamat dan menjadi pemenang. Jujurlah dengan diri sendiri. Terima ia apa adanya. Akui kekuranganmu. Masa-masa lalu yang membuatmu menjadi manusia hitam dan rendah. Kemudian perbaiki diri dengan cara-cara yang tidak menyakiti manusia lain, diri sendiri, juga Alloh.

Sunday, November 6, 2011

Saling Memudahkan




Dari Abu Hurairah r.a Nabi saw bersabda :

“Barang siapa melepaskan seorang mukmin dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Alloh akan melepaskan darinya kesusahan di hari kiamat, barang siapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit nescaya Alloh akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Alloh akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Alloh akan menolong seorang hamba, selama hamba itu sentiasa menolong saudaranya. ( Imam Muslim)