Friday, September 7, 2012

Ibu ku..


Ibu.. bagiku 20  hari aku di rumah adalah memori yang tak singkat...  saat ini ibu seperti ada di sampingku, sangat terasa ibu semakin menyayangiku...  aku suka wangi rambut ibu yang kadang ibu pinta untuk disisir atau sekedar melihat rambut ibu  yang mulai memutih 1 atau 2 helai.. aku suka melihat wajah ibu yang berusaha tersenyum untuk menyenangkan hatiku.. aku suka mendengar canda ibu untuk menghilangkan sedih dihatiku setelah kita sedikit berbeda pandangan.. aku suka mendengar pesan nasehat ibu untuk hidup yang sedang ku jalani.. aku suka melihat senyum ibu ketika aku pun mencandaimu karena begitu semangatnya ibu menceritakan ayah, juga senyum ibu mendengar kata-kata ku bahwa aku ingin jadi seperti ibu suatu hari nanti.. aku sangat ingat bagaimana ibu begitu antusias menanyakan setiap apa yang aku inginkan selama di rumah.. aku sangat ingat begitu gesit nya ibu nyetir motor dan membawaku kemana pun tempat yang ingin ku datangi.. semuanya bu..

Monday, September 3, 2012

Ibu..

Ibu, masih terekam kuat di benak ini lelah mu. lelah saat ibu bersusah payah memenuhi semua permintaan kami, anak-anak mu.. Begitu cekatannya ibu mengerjakan semua yang dapat ibu kerjakan..  mengambil raport kami tiap tahun, mengantarkan kemanapun tempat yang ingin kami tuju, menyiapkan makanan dan menyuapkan makanan, membereskan rumah saat anakmu jauh.. juga semua permintaan ayah kami, suamimu. ibu tunaikan.  Mendengar keluh kesah kami semua, membeli obat juga mengantarkan kami berobat.. yang tidak tidur jika kami sakit..
Ibu, masih kuingat benar tatapan matamu, saat ibu amati kami satu persatu dengan kasih sayangmu.  Memastikan anak-anak mu tak kurang satu pun kebutuhannya. Penilaian lewat matamu jarang salah, ibu bisa menilai apakah kami sedang bersedih atau sebaliknya, lewat raut wajah kami, ibu tahu apa yang sedang kami tampakkan atau yang sedang kami sembunyikan.. seiring usia yang bertambah dan kami beranjak dewasa, ibu semakin kuat dan tak lemah..
Ibu, engkau madrasah pertama anak-anakmu, lewat ibu aku belajar mengenal dunia.. jangan tanyakan besar kecilnya cinta, sebuah kepastian bahwa aku sangat mencintaimu.. meski kadang ada hal tertentu yang kita berbeda memandang dan menyikapinya, disanalah kedewasaan untuk menyadari bahwa cinta bukan berarti membenarkan semua hal..cinta adalah jernih dan bijaksana ketika memandang sebuah hal, menilai, dan bersikap sesuai dengan Zat Yang Menciptakan Ibu dan Menciptakan anak mu ini.
Ibu, senantiasa do’akan dan nasehatilah anakmu ini bu.. tanpa nasehat dan do’amu aku seperti burung dengan sayap patah..


Saturday, August 11, 2012

Perkenankanlah..



Ya Alloh, rahmatilah aku dengan Al-Quran yang mulia, jadikanlah ia bagiku pemimpin dan cahaya petunjuk. Ya Alloh, ingatkanlah apa yang telah aku lupa dan ajarkan kepadaku apa yang tidak aku ketahui darinya, anugerahkanlah padaku kesempatan membacanya pada sebagian malam dan siang, jadikanlah ia keterangan kuat bagiku, Ya Alloh cukupkan rizki padaku, berkahilah rezeki itu dan gantikan semua yg hilang dariku dengan yang lebih baik lagi. Ya Alloh sukakan diriku pd Iman dan hiasi hatiku dengan Iman itu. Tampakkanlah padaku keburukan, kufur dan fasiq.  Ya Alloh mudahkan aku untuk selalu berjalan mencari RidhoMu dengan banyak belajar agama, mudahkan tanganku untuk selalu berzakat, sedeqah, infak dan  amal jariyyah lainnya, agar mengalir pahalanya ketika aku sudah di alam kubur kelak, jadikan diriku orang yang berbakti kepada kedua orang tua karena bakti kepada mereka membuat Kau ridho pada ku dunia akhirat. Baguskan agama dan akhiratku. Hidupkan hatiku agar selalu bisa menerima hidayah dan petunjuk Mu.

Perkenankanlah..



Ya Alloh, Bila malam ini hati kami kotor, sucikanlah. Bila hati terluka perih, sembuhkanlah. Ubahlah kesedihan siapapun menjadi kebahagiaan, ubahlah setiap air mata yang mengalir menjadi karuniaMu dalam hidup kami. Berikanlah kami kekuatan untuk membalas kebencian dengan senyuman. Ya Alloh, sayangilah kami dan berkahilah apa yang telah Engkau anugerahkan kpd kami dengan menjauhkannya dari segala penderitaan..

Friday, August 3, 2012

perkenankanlah..


“Ya Alloh, berilah aku keikhlasan. Aku ingin tetap tunduk dan menghamba kepada-Mu di kala senang dan susah. Saat kemiskinan mengusikku atau kekayaan datang kepadaku, aku tetap berharap kepada-Mu. Hanya dari-Mu aku memohon kenikmatan tak berujung dan kelapangan pandangan yang tak berakhir dengan kegelapan. Ya Alloh, hiasilah aku dengan iman dan masukkanlah aku ke dalam golongan mereka yang mendapatkan petunjuk.” (Fathimah r.a)

Saturday, June 30, 2012

Ingatlah kembali



Tidak sedang bermimpi. Semuanya nyata ada di depan mata.  Jangan segenggam pun menyimpan marah, kesal, karena hati terlalu jernih untuk menerima yang hitam. Tegar lah! Jiwa yang kuat akan senantiasa tegar menghadapi jalan kehidupan dan tentu akan berusaha menjadi tabah jika menempuh badai. Malam yang menyulam gelap pasti akan berlalu oleh suluhan sinar bulan yang menerpa awan. Tidak akan lama, siang akan menjelma, mengubahnya, setenang air di tasik biru. Pelangi akan mengarak dan mentari akan menyinar. Bukankah engkau telah berjanji kepadaNya, untuk pantang menyerah?Bukankah telah engkau lalui pulau demi pulau, selaksa pulau, dengan perahu yang semakin mengeras oleh udara dan air laut demi sebuah cita-cita mulia? untuk menundukkan lautan karena laut yang diam adalah sahabat, dan laut yang memberontak dalam prahara dan topan adalah tantangan.




Monday, June 25, 2012

Rumah Penuh berkah

 













Ya, memang disinilah alamatnya. 
Tak ada kepalsuan di dalamnya. 
Hanya kejujuran meski sederhana. 
Tidak dibuat-buat ataupun direkayasa.  

Di sinilah kita membangun.
Berbata-bata hingga tampak anggun.
di sini.. di rumah kita..

Rumah  yang semakin semerbak.
Dengan senyum yang semakin serentak.
Dengan bunga nan harum mewangi.
ataupun lagu surga setiap hari.
di sini.. di rumah kita 
di rumah penuh berkah

Saturday, June 2, 2012

Catatan Kecil



Lanskap langit terbuka, menyambut semburat pelangi di tepian awan. Terik matahari kian hangat di wajah, menyisipkan catatan-catatan kecil yang disematkan di ranting-ranting bunga sedap malam. Matahari tak kenal lelah menyinari dan berhenti atau padam, malam selalu datang saat semua makhluk kembali ke peraduannya, rumput ilalang yang hanya mengangguk diterpa angin lembah... Temui gemuruh angin kemarin sore, Cari dermaga yang berputar melaju, susun lengkap keping-keping puzzle kehidupan hingga ke garis finish.




Ibu


Ketika cahaya datang, kau lindungi ku dengan dekapmu
Kala gelisah melanda, kau segarkan ku dengan air kehidupan
Ratapan yang kuberi, menjadi senyum kebangganmu
Resah yang datang, jadikan siraman lembut tatapan

Fajar dengan embun yang lelap di atas daun…
tepat di atas cakrawala…
Senja secepat ini datang, mentari terbenam…
Kau tetap dengan kasih tak berbatas…
Awan memberi hujan, akar memberi dahan
Angin memberi ombak, karang memberi riak
Bunga memberi warna, kilauan memberi cinta
Bunda memberi cinta….. tanpa meminta
Hanya doa yang bisa ku beri... hanya bakti yang membalas kasihmu.. Untukmu Ibu yang memberi cinta dengan sederhana.