Thursday, March 28, 2013

Sampaikanlah..


Ya Alloh, Tuhanku.. sampaikanlah aku pada suatu hari dimana hari itu peradaban Islam terbit kembali, dimana saat itu aku adalah salah satu orang yang berbahagia dapat merasakan mulianya hidup dalam keharibaannya. Dimana saat itu aku dapat melihat hukum-hukumMu diterapkan secara sempurna. Dimana saat itu aku dapat menyertai jihadnya para mujahidah-mujahidah yang rindu akan sebuah pertemuan denganMu, dimana saat itu ada dari generasi-generasiku yang ku serahkan mereka padaMu, untuk berperang menjadi pembela agamaMu. Satukan aku kembali dengan pejuang-pejuang agamaMu yang sabar dan istiqomah menggenggam Islam. Satukan aku kembali dengan guru-guruku yang mengantarkan aku pada jalanMu, tetapkanlah aku dalam barisan pejuang agamaMu, jadikanlah aku insan yang bermanfaat di bumi manapun yang ku pijak. 

Wednesday, March 6, 2013

Negeri Impian

Kerdilnya dalam penghambaan. Lemahnya dalam pengharapan. Betapa jauhnya dalam amalan. Mengejar negeri harapan... Di sana terbentang hijau rumput-rumput dan pepohonan, bunga-bunga bermekaran layaknya musim semi, buah-buah ranum di tangkainya, pantai mengelilingi dengan pasir putihnya, karang-karang laut di baliknya, dengan perahu kecil untuk mendayung ke negeri seberang... dapatkah kesana segera? 







Friday, March 1, 2013

Catatan

Jum’at sore, Jatinangor redup karena mendung. Angin bertiup kencang menerbangkan debu  jalanan. Tak lama turun hujan  rintik-rintik dengan angin yang bertiup ke wajah, ku biarkan ia, air bersih yang turun dari langit Mu. Terlintas kembali ingatan beberapa tahun silam. Bagaimana seruan keimanan memanggilku, mengetuk qalbuku, menyinari dada ku dengan cahaya kebenaran agama Mu. Aku tak mungkin berpaling, tak mungkin berbalik.. kan ku genggam hingga sampai akhir hayatku. Kan ku jaga sampai nafas terhenti. Bersabarlah duhai hamba, engkau hanya seorang musafir yang tak akan berlama-lama di dunia, sebutir debu yang Alloh muliakan dengan agamaNya, engkau kerdil di hadapan keMahaanNya. Bersabar dan tegarlah!

Monday, February 18, 2013

Rerumputan

Ku lihat langit, aku bukanlah bulan
Ku lihat daratan, aku bukanlah bunga
Ku lihat lautan, aku bukanlah sang cakrawala
Aku hanya rereumputan yang berusaha mencari air dengan akar-akar ku yang panjang
Semoga kelak aku akan menjadi bagian dari rerumputan yang rindang di bukit ini.

Monday, January 21, 2013

Kekasih-Kekasih Alloh

Sejak saya [Thalib ‘Awadalloh] memulai menuliskan episode memoar ini, saya selalu dilanda gelombang besar duka dan kesedihan setiap kali saya mengingat-ingat satu memoar atau menulis satu alinea. Karena saya tahu bahwa saya akan melupakan banyak orang dan banyak kejadian bagaimanapun kuatnya saya berupaya mengingat-ingat kembali kebaikan dari orang-orang itu.
Mereka bukan hanya pengemban dakwah. Lebih dari itu, mereka adalah barisan orang-orang terpilih dari umat. Bagaikan tahi lalat cantik yang tidak ada satu mata pun yang kuasa meluputkannya. Cahaya memancar dari bibir-bibir mereka. Lisan mereka senantiasa mengucapkan dalil-dalil al-Quran. Mereka adalah barisan orang-orang pilihan di bawah kepemimpinan pembaharu (mujaddid) Pemikiran Islam abad 20, Syeikh Taqiyyuddin an-Nabhaniy –rahimahulloh–.
>>>kisah lengkapnya Silahkan Klik Judul dibawah ini dan download :

Tuesday, January 15, 2013

Nasehat

10 Nasehat Rasululloh saw kepada Fatimah r.a :
1. Wahai Fatimah, Sesungguhnya wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya kelak Alloh tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diadonnya dan juga Alloh akan melebur kejelekan serta meningkatkan derajatnya.
2. Wahai Fatimah, Sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Alloh akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah.
3. Wahai Fatimah, Sesungguhnya seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan kemudian mencuci pakaiannya maka Alloh akan tetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

Tuesday, January 1, 2013

Patience

Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasululloh saw. bersabda, “Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, ‘Ya Alloh, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku.” [H.R Bukhari & Muslim]


Sunday, December 30, 2012

Muqadimah Pilar-Pilar Pengokoh Islamiyyah [Pengingat]


[Dikeluarkan oleh : Hizbut Tahrir]


Sesungguhnya syakhshiyah Islamiyah ini tidak akan berjalan dengan lurus, kecuali jika ‘aqliyah orang tersebut adalah‘aqliyah Islamiyah, yang mengetahui hukum-hukum yang memang dibutuhkannya, dengan senantiasa menambah ilmu-ilmu syariah sesuai dengan kemampuannya. Pada saat yang sama, nafsiyah-nya juga merupakan nafsiyah Islamiyah,sehingga dia akan melaksanakan hukum-hukum syara’, bukan sekadar untuk diketahui, tetapi untuk diterapkan dalam segala urusannya, baik dengan Penciptanya, dengan dirinya sendiri, maupun dengan sesamanya, sesuai dengan cara yang memang disukai dan diridhai oleh Allah Swt.
Jika ‘aqliyah dan nafsiyah-nya telah terikat dengan Islam, berarti dia telah menjelma menjadi syakhshiyah Islamiyah, yang akan melapangkan jalannya menuju kebaikan di tengah-tengah berbagai kesulitan, dan dia pun tidak pernah takut terhadap celaan orang yang mencela, semata-mata karena Allah.
Hanya saja, tidak berarti dalam diri prilakunya tidak akan pernah ada kecacatan. Tetapi (kalaulah ada), kecacatan tersebut tidak akan mempengaruhi syakhshiyah-nya selama kecacatannya bukan perkara pangkal (dalam kepribadiannya), melainkan pengecualian (kadang terjadi, kadang tidak). Alasannya, karena manusia bukanlah malaikat. Dia bisa saja melakukan kesalahan, lalu memohon ampunan dan bertaubat. Bisa juga dia melakukan kebenaran, lalu memuji Allah atas kebaikan, karunia, dan hidayah-Nya.
Ketika seorang muslim meningkatkan tsaqafah Islamnya untuk meningkatkan ‘aqliyah-nya, dan meningkatkan ketaatannya untuk memperkuat nafsiyah-nya; ketika dia berjalan menuju puncak kemuliaan, dan teguh dalam mengarungi puncak kemuliaan, bahkan semakin tinggi, dari yang tinggi ke yang lebih tinggi lagi; dalam kondisi seperti ini, dia bisa menguasai kehidupan (dunia) dengan sesungguhnya, serta memperoleh kebahagian akhirat melalui segala usahanya ke sana, dengan keyakinan penuh. Dia akan menjadi orang yang senantiasa dekat dengan mihrab, pada saat yang sama menjadi pahlawan perang (jihad). Predikatnya yang tertinggi adalah bahwa dia merupakan hamba Allah Swt., Penciptanya.
Di dalam buku ini, kami mempersembahkan kepada kaum Muslim umumnya, dan para pengemban dakwah khususnya, beberapa pilar pengokoh nafsiyah Islamiyah, supaya lisan para pengemban dakwah yang sedang berjuang untuk menegakkan Khilafah senantiasa basah dengan dzikir kepada Allah; hatinya senantiasa dipenuhi dengan ketakwaan kepada Allah; anggota badannya senantiasa bergegas melaksanakan berbagai kebaikan. Membaca al-Quran dan mengamalkannya, serta mencintai Allah dan Rasul-Nya. Suka dan benci karena Allah. Senantisa mengharapkan rahmat Allah, dan takut akan azab-Nya. Bersabar sembari terus melakukan instrospeksi, disertai kepatuhan penuh kepada Allah dan bertawakal kepada-Nya. Konsisten dalam memegang kebenaran, bagai gunung yang tinggi menjulang. Bersikap lemah-lembut dan penuh kasih sayang kepada orang-orang Mukmin, dan bersikap keras dan terhormat di hadapan orang-orang kafir. Dia tidak terpengaruh oleh caci maki orang yang mencaci maki, semata karena Allah; akhlaknya baik, tutur katanya manis, hujjahnya kuat, dan senantiasa menyerukan kepada yang makruf dan mencegah kemunkaran. Dia melangkah dan beramal di dunia, sementara kedua matanya senantiasa menatap nun jauh di sana (negeri akhirat), surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.
Tak lupa, kami juga ingin mengingatkan para pengemban dakwah yang tengah berjuang demi melanjutkan kembali kehidupan Islam di muka bumi ini dengan menegakkan negara Khilafah Rasyidah. Kami ingin mengingatkan mereka tentang kondisi riil tempat mereka berkiprah. Sesungguhnya goncangan yang bertubi-tubi dari musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya sedang mengepung mereka. Sementara, jika mereka tidak bersama Allah di tengah malam dan di ujung-ujung waktu siang hari, bagaimana mungkin mereka bisa membuka jalan di tengah-tengah berbagai kesulitan? Bagaimana mungkin mereka bisa meraih apa yang mereka harapkan? Bagaimana mungkin mereka bisa mendaki tempat yang tinggi dan menuju ke tempat yang lebih tinggi lagi? Bagaimana dan bagaimana?

Friday, December 28, 2012

Desember


Ku coba ingat kembali
Waktu terasa begitu cepat berlalu
Rasanya masih banyak asa yang tak sempat ku lakukan dalam putaran waktu kala itu
Namun Desember hampir berlalu, 2013 di ambang pintu
Tak bosan, seperti biasa akan tetap ku sapa ia di balik rintik-rintik hujan senja ini
Agar tak menguap seiring angin yang bertiup kencang.

Monday, December 24, 2012

Derita TKW, Bukti Nyata Eksploitasi Perempuan atas Nama Pahlawan Devisa.



Pemimpin Indonesia layak Malu! Betapa tidak, belum lama ini terpampang jelas iklan ‘Indonesian Maids now on Sale’ di negara tetangga, Malaysia. Dimana tenaga kerja Indonesia yang diantaranya perempuan dianggap sebagai komoditas jual beli yang dihargai murah.   

Fenomena wanita indonesia yang berbondong-bondong bekerja ke luar negeri untuk mencari Dollar, Ringgit, ataupun Dirham demi menyambung hidup bukanlah hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Menjadi tenaga kerja di luar negeri dengan harapan mendapat imbalan yang cukup tinggi membuat banyak perempuan Indonesia tergiur untuk menjalaninya. Namun, tak jarang Jauh panggang dari api, tidak sedikit yang justru menderita. Selain gajinya yang tidak dibayarkan, banyak pula yang menerima siksaan fisik hingga pemerkosaan yang berujung pada kehamilan dan memiliki anak di luar nikah.