Saturday, April 30, 2011

Akhir Kehidupan ini

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَى أَجَلٌ مُسَمًّى ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Alloh-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.” (Q.S Al An’am [6]: 60)

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ (١٠)وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (١١)

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh? Dan Alloh sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Alloh Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan” (Q.S Al Munaafiquun [63]: 10-11)

Abu Hurairah menangis ketika sakit menjelang kematiannya. Lalu, ada yang bertanya, “Kenapa anda menangis?” beliau menjawab, “Aku tidak menangisi dunia kalian ini, tetapi menangisi jauhnya perjalananku serta sedikitnya bekalku. Sesungguhnya aku berdiri di atas ketinggian yang akan membawaku ke atas syurga dan neraka, tetapi aku tak tau ke mana aku hendak dibawa.”

Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan, Aun bin Abdullah berkata, “Tak ada orang yang bisa menempatkan kematian sebagaimana mestinya, kecuali orang yang melihat hari besok bukan bagian umurnya. Berapa banyak orang yang menghadapi hidup hari ini, tapi ia tak bisa menyempurnakannya sehingga tak sampai hari esok. Sungguh, sekiranya kamu melihat ajal dan perjalanannya, pastilah kamu akan membenci angan-angan dan tipu dayanya.”

Nu’aim bin Hamad meriwayatkan, dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Cukuplah kematian sebagai penasihat, cukuplah keyakinan sebagai kekayaan dan cukuplah ibadah sebagai kesibukan.”

No comments:

Post a Comment