Sunday, July 3, 2011

DIALEKTIKA : "Kuliah Hanya untuk Kerja? Mendobrak Logika Mahasiswa Biasa"

Kamis, 23 Juni 2011, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Kampus Bandung mengadakan acara DIALEKTIKA (Dialog Intelektual Aktivis Kampus) dengan tema “Kuliah hanya untuk Kerja? Mendobrak Logika Mahasiswa Biasa”. Acara yang merupakan rangkaian dari Kampanye Kebangkitan Intelektual Muslimah (KKIM) yang diadakan secara kontinuitas setiap bulannya menuju Konferensi Intelektual Muslimah Nasional Desember tahun ini diselenggarakan di Ruang Kamandanu, Graha Parahyangan, ITB. Kajian Muslimah ini dihadiri tidak kurang dari 30 aktivis kampus yang berasal dari kampus-kampus bandung meliputi ITB, Unpad, UIN, dan UPI, dan kampus-kampus swasta Bandung.

Tema “Kuliah hanya untuk Kerja? Mendobrak Logika Mahasiswa Biasa” dilatar belakangi oleh potret nasib perempuan di berbagai belahan dunia saat ini yang masih jauh dari kemuliaan dan kesejahteraan sehingga banyak perempuan saat ini yang mengambil keputusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Pendidikan Tinggi dengan tujuan memperoleh kemapanan materi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberi pemahaman kepada peserta bahwa di dalam peradaban Islam, perempuan diposisikan sebagai sosok yang dapat memberikan kontribusi besar dalam membangun sebuah peradaban, tanpa mengalami disorientasi peran dan dilema keilmuannya. Karena peradaban Islam tegak di atas aturan-aturan Sang Pencipta, yang telah menciptakan laki-laki dan perempuan dan mengatur kehidupan manusia secara adil dan seimbang dan upaya penyelesaian persoalan perempuan semestinya kita tarik dari akar masalahnya yakni diterapkannya Islam sebagai aturan hidup.

Menurut Herlin, aktivis LSPI Universitas Islam Negeri Sunan Gunung jati Bandung, pendidikan tinggi tidak menentukan tingkat intelektual dari mahasiswa itu sendiri, pendidikan sekarang hanya semata-mata mengejar gelar saja dan mengarah pada keuntungan secara ekonomi. Padahal hakikat sebenarnya dari pendidikan adalah membentuk orang yang berilmu seperti apa yang terdapat dalam agama islam yang menghasilkan orang-orang kompeten dalam bidang kajiannya. Sementara Nina, aktivis dari Universitas Islam Bandung menambahkan bahwa sudah seharusnya mahasiswa tidak hanya diam tapi harus melakukan perubahan, perubahan tersebut tidak boleh dengan kekerasan fisik tapi melalui penyadaran dengan memaksimalkan peran sehingga kuliah tidak hanya untuk kerja.

Ayu Paranitha H.P., S.Farm (Anggota Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Kampus Bandung) mengutarakan, Serangkaian kebijakan yang dibuat dalam era kapitalisme saat ini dengan harapan memajukan dan menyejahterakan perempuan, justru membawa kepada ketidakmuliaan perempuan, yaitu (1) disorientasi perannya sebagai ibu dan pilar utama keluarga, (2) eksploitasi ilmu dan keahliannya untuk kepentingan industri kapitalistik. Mahasiswa saat ini lebih memilih kuliah hanya untuk kerja. Sistem kapitalisme sekuler terbukti gagal mengangkat harkat martabat perempuan, sekarang saatnya menguji kemampuan sistem Islam sebagai sistem pengganti kapitalisme. Sistem Islam yang diimplementasikan secara riil oleh institusi negara yaitu Khilafah Islamiyah. Khilafah-lah yang akan mewujudkan muslimah berkepribadian Islam, pendidik generasi pemimpin, yang berkualitas mujahid dan mujtahid. Khilafah jualah yang akan mewujudkan muslimah berkepribadian Islam, yang mampu mengoptimalkan potensi intelektual, keahlian dan kepakarannya dalam bingkai sistem kehidupan Islam.



Reported by : Maretika Handrayani

No comments:

Post a Comment